ZAT PERASA

> apa bedanya zat perasa alami dan zat perasabuatan?


Hanya ada sedikit perbedaan di komposisi kimia perasa alami dan buatan.Keduanya dibuat di laboratorium oleh profesional yang terlatih, seorang ‘ahli rasa’, yang mencampur bahan-bahan kimia yang tepat dengan proporsi yang akurat.

Seorang ahli rasa menggunakan bahan-bahan kimia alami untuk membuat perasa alami dan bahan-bahan kimia sintetis untuk membuat perasa sintetis. Tetapi, pada dasarnya, si ahli rasa harus menggunakan bahan-bahan kimia yang sama untuk formula perasa buatannya dengan bahan-bahan kimia yang ia gunakan pada saat ia membuat perasa alami. Kalau tidak, rasanya tidak akan menjadi seperti yang diinginkan.

Perbedaan antara ‘alami’ dan ‘buatan’ datang dari ‘sumber’ bahan-bahan kimia yang dipakai dalam proses pembuatan perasa ini. Ini bisa disamakan seperti menyebut apel yang dijual di hotel adalah buatan dan apel yang dijual di toko buah adalah alami.

Hal ini sering membingungkan konsumen karena banyak contoh kasus yang demikian dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kita dapat membuat ‘zat pewarna’ berwarna biru tua dari ekstrak blueberry atau pigmen sintetis. Komposi kimia kedua zat perwarna ini sangat berbeda walaupun keduanya menghasilkan warna yang sama. Ini sama halnya seperti kaus yang terbuat dari bahan wol dan nilon. Keduanya adalah kaus, dengan komposisi kimia yang berbeda. Perbedaan seperti ini, tidak mungkin ada pada produksi perasa. Sebuah rasa tertentu hanya dapat diracik dari bahan-bahan kimia yang spesifik. Sehingga, bila anda membeli jus apel yang mengandung perasa buatan, anda akan mengkonsumsi bahan kimia yang sama seperti seandainya anda memilih untuk membeli jus apel dengan perasa natural.

Komposisi kimia perasa buatan lebih sederhana dan bahkan mungkin lebih aman karena hanya bahan-bahan kimia yang sudah lulus uji yang boleh digunakan untuk membuat makanan. Perbedaan lainnya ialah harga. Pencarian sumber perasa ‘alami’ kerap kali megharuskan produsen melewati proses yang sulit untuk memperoleh bahan kimia yang diinginkan.

Misalnya, perasa alami rasa kelapa, sangat bergantung pada bahan kimia bernama Massoya lactone. Massoya lactone dapat diperoleh dari kulit kayu pohon massoya, yang tumbuh di Malaysia. Untuk mendapatkan Massoya lactone, pohon massoya tersebut harus ditebang karena produsen harus menguliti batang pohon dan melakukan proses ekstraksi untuk mendapatkan senyawa lactone-nya, proses yang tentu saja memakan banyak biaya. Perasa alami seperti ini memiliki komposisi yang identik dengan perasa buatan yang lahir di laboratorium seorang ahli kimia organik, namun jauh lebih mahal daripada alternatif sintetisnya. Konsumen pun, pada akhirnya harus membayar mahal untuk perasa alami yang kualitasnya tidak lebih baik, tidak lebih aman dan tidak lebih murah daripada perasa buatan. (SI)

> macam macam zat perasa dan efek samping bagi kesehatan

SIKLAMAT ,ASPARTAME,DAN SAKARIN

Siklamat adalah pemanis buatan yang masih populer di Indonesia. Pemanis buatan ini merupakan garam natrium dari asam siklamat. siklamat menimbulkan rasa manis tanpa rasa ikutan (tidak ada after taste-nya). Sifat siklamat sangat mudah larut dalam air dan mempunyai tingkat kemanisan 30 kali gula. Dalam perdagangan dikenal sebagai Assugrin, Sucaryl, dan Sucrosa.

*Sedangkan sakarin merupakan garam natrium dari asam sakarin. Pemanis buatan ini mempunyai tingkat kemanisan 200-700 kali gula. Dalam perdagangan dikenal dengan nama Gucide, Glucid, Garantose, Saccharimol, Saccharol, dan Sykosa. Harga sakarin paling murah dibanding dengan pemanis buatan lainnya. Karena itu, sakarin banyak digunakan pedagang kecil. Pemanis buata

n banyak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Siklamat dan sakarin dapat menyebabkan kanker kandung kemih dan

migrain. Siklamat memunculkan banyak gangguan bagi kesehatan, di antaranya tremor, migrain dan sakit kepala, kehilangan daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi dan gangguan seksual, kebotakan, dan kanker otak.

*Sorbitol, suatu poliol (alkohol gula), bahan pemanis yang ditemukan dalam berbagai produk makanan. Rumus kimiawi C6H14O6, struktur molekulnya mirip dengan glukosa, hanya gugus aldehide pada glukosa diganti menjadi gugus alkohol. Kemanisan sorbitol sekitar 60% dari kemanisan sukrosa (gula tebu) dengan ukuran kalori sekitar sepertiganya. Rasanya lembut di mulut dengan rasa manis . orbitol dapat mengakibatkan nyeri pada perut, dan diare. Sorbitol juga dapat memperburuk Sindrom usus Bahkan karena tidak diet sorbitol, sel memproduksi sorbitol alami.Bila terlalu banyak sorbitol dihasilkan di dalam sel, dapat menyebabkan kerusakan.

*Aspartame adalah nama pemanis buatan yang sangat dikenal di kalangan orang-orang yang sering menggunakan pemanis yang rendah kalori. Selain pada pemanis tersebut, aspartame juga sering ditemukan di minuman-minuman ringan, permen karet bebas gula, dan ada pula yang terdapat pada multivitamin. Aspartame sering digunakan karena tingkat kemanisannya yang tinggi, tetapi rendah kalori dan aman untuk orang-orang penderita diabetes. Tapi seperti zat-zat kimia lainnya, aspartame tetap memiliki efek sampingnya.

Leave a comment »

TUGAS KKPI di tempat P.I

Tugas KKPI :

2. Penanganan Quality Qontrol Perusahaan Tempat PI

QC bertugas mengontrol / mengecek kualitas makanan yang dihasilkan oleh bagian produksi yang kemudian akan diteruskan ke bagian pemasaran untuk disampaikan kepada para penumpang pesawat sebagai konsumennya.

Raw material (bahan mentah) yang akan diolah, sebagian yang belum diolah disimpan di ruang penyimpanan. Di PT. ACS ini ruang penyimpanan berupa ruang dingin dengan suhu berkisar antara 0° – 5° C. Untuk pengolahan makannya, makanan akan diolah setelah mendapat pesanan. Perilaku pendinginan kemudian dilanjutkan financial setting yang meliputi juga food safety control melalui pengaturan suhu pada produk makanan jadi yang akan dikemas.

5. Produk hasil olah dan sasaran pemakai local/Eksport/ Import Perusahaan Tempat PI

Adapun produk hasil olahan yang dihasilkan oleh PT. ACS memiliki beraneka ragam bentuk dan wujud. Ada yang berupa bakery, sandwich, hamburger dan berbagai makanan internasional lainnya.

Sasaran pemakai tergantung dari kelas penerbangan yang dipilih oleh penumpang itu sendiri. Jenis makanan yang diberikan antara penerbangan domestic maupun internasional yang berupa class ekonomi maupun class bisnis akan berbeda menunya.

Adapun beberapa menu yang disajikan adalah :

  1. Domestic ekonomi : -kit kat, mixed nut, roti

-sunkist, delis, roti

-the sosro, kit kat, mixed nut

  1. Domestic bisnis : -kit kat, cocktail, sambal, minuman

– happy snack, sambal, minuman

  1. Cina : cocktail, salad, sambal, teh
  2. Korea : bim bim bab
  3. Japan: sushi
  4. Dan lain – lain

6. System Pemasaran produk/jasa Perusahaan Tempat PI

PT. ACS merupakan satu-satunya perusahaan yang dipercaya untuk menyediakan pelayanan konsumsi bagi setiap maskapai penerbangan baik domestic maupun asing. Khususnya pada bandara – bandara Internasional yang ada di wilayah Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk saat ini penerbangannya di Bandara Soekarno – Hatta. Setiap harinya sekitar 95% menerima pelayanan dari PT. ACS. PT.ACS yang berada di Bandara Soekarno – Hatta setiap harinya melayani rata – rata 120 penerbangan dari 25 maskapai penerbangan sebagai konsumennya.

Pemasaran produk PT. ACS ditangani oleh sales and marketing department. Departemen ini menangani masalah penjualan produk dan membuat perjanjian dengan para pemesan. Dalam proses pemesanan menu, pihak perusahaan penerbangan selaku pelanggan mengajukan pilihan menunya dengan mengirimkan service schedule. Disebutkan jenis makanannya, komposisi, berat dari menu, waktu penyajian, waktu dan terminal penerbangan. Setelah tercapai kesepakatan maka bagian sales akan menentukan waktu penyelenggaraan meal presentation kepada pihak perusahaan penerbangan dan menentukan biaya dari menu yang dipilih.

Dari hasil meal presentation, menu yang dipilih oleh pihak perusahaan penerbangan akan menjadi menu bagi penerbangan akan menjadi menu bagi penerbangan selama periode tertentu. Apabila pihak ACS sudah menerima persetujuan harga dari perusahaan penerbangan, maka akan dibuat daftar pesanan makanan (up lift meal order) ke bagian dapur dan operation.

Raw material atau bahan mentah di PT. ACS sebagian diperoleh dari hasil import. Kemudian hasil jasanya (hasil olahan yang dihasilkan) di export ke Negara yang menjadi tujuan penerbangan dari semua maskapai penerbangan dan penerbangan local atau penerbangan domestic yaitu membawa makanan ke daerah – daerah dalam negeri yang dituju.

Leave a comment »

BHAN PENGAWET MAKANAN YANG AMAN DI GUNAKAN DALAM PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

EKO PRASETYO UTOMO/5983/3THP2/EBAT

Sempat merasa resah dengan pengawet makanan yang bisa membahayakan kesehatan? Anda tidak sendirian. Namun, yang perlu Anda tahu tidak semua pengawet makanan berbahaya jika pengawet makanan yang telah lolos uji labrotarium ini digunakan sesuai batas yang ditentukan berarti aman kita konsumsi. Bahan pengawet yang aman dikonsumsi, antara lain jenis asam dan

gbr. contoh pengawetmakanan dalam bentuk cair

garam benzoat, sorbat, dan propionat, belerang dioksida dan sulfit, nitrit dan nitrat, natrium klorida, gula, asam, nisin,

natamycin, subtilin, serta antioksidan BHA dan BHT.

Benzoat biasa digunakan untuk mengawetkan minuman ringan dan kecap, serta sari buah, saus tomat, saus sambal, selai dan jeli, manisan, agar, dan makanan lain. Propionat merupakan bahan pengawet untuk roti dan keju olahan. Sorbat biasanya digunakan untuk mengawetkan margarin, pekatan sari buah, dan keju.

Sulfit merupakan bahan pengawet untuk potongan kentang goreng, udang beku, dan pekatan sari nenas. Sedangkan nitrit dapat digunakan sebagai pengawet daging olahan seperti sosis, korned dalam kaleng, atau keju

  • Pengawet yang diizinkan (Permenkes No.722/1988) adalah

Asam Benzoat, Asam Propionat. Asam Sorbat, Belerang Dioksida, Etil p-Hidroksi Benzoat, Kalium Benzoat, Kalium Bisulfit, Kalium Meta Bisulfit, Kalkum Nitrat, Kalium Nitril, Kalium Propionat, Kalium Sorbat, Kalium Sulfit, Kalsium Benzoit, Kalsium Propionat, Kalsium Sorbat, Natrium Benzoat, Metil-p-hidroksi Benzoit, Natrium Bisulfit, Natrium Metabisulfit, Natrium Nitrat, Natrium Nitrit, Natrium PPropionat, Natrium Sulfit, Nisin dan Propil-p-hidroksi-benzoit.

  • Berikut beberapa pengawet yang dinyatakan benar-benar aman untuk dikonsumsi oleh FDA adalah

1. Vitamin C
Selain berperan sebagai vitamin esensial yang berpotensi mencegah kanker dan sebagai sumber suplemen bernutrisi, vitamin C juga merupakan pengawet yang baik. Vitamin C kaya kandungan yang berfungsi mencegah oksigen dari kerusakan. Dengan begitu makanan juga akan tetap segar dan penuh warna.

Terdapat dalam: Karena berperan ganda sebagai vitamin dan pengawet, vitamin C (yang sering dikenal dengan nama ascorbic acid pada label makanan) digunakan dalam berbagai makanan. Bisa ditemukan mulai dari daging olahan seperi ham serta berbagai jus buah. Selain itu, bisa juga ditemukan pada tepung sereal, jelly, dan jamur kalengan.

2. Asam sitrat (citric acid)
Asam sitrat masih berdekatan dengan vitamin C dan sama-sama merupakan pengawet alami yang baik. Kandungan asam di dalamnya berfungsi mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Asam sitrat dinyatakan aman pada 99.9% populasi. Ada sebagian kecil yang alergi dengan asam sitrat, tetapi kondisi ini sangat jarang dan hampir tidak ada sama sekali.

Terdapat dalam: Asam sitrat banyak digunakan pada berbagai minuman ringan untuk pengawet dan penambah rasa.

3. Sodium benzoat dan asam benzoat (Sodium benzoate and benzoic acid)
Meskipun namanya kedengaran seperti zat kimia yang diproduksi di laboratorium, kedua pengawet ini berasal dari alam. Keduanya banyak terdapat pada cranberries, buah yang telah dikeringkan, plum, kulit manis, cengkeh dan apel. Kedua bahan ini mengandung komponen antibakteri yang jika ditambahkan ke makanan bisa mencegah pertumbuhanbakteri dan jamur.

Terdapat dalam: Kedua zat ini terdapat pada berbagai produk termasuk selai, minuman, dressing, salad, kue tart, serta berbagai makanan lainnya.

4. Sorbates
Sorbates merupakan salah satu pengawet terbaik. Sifatnya yang tidak berasa, tidak berbau dan tanpa efek samping membuat pengawet satu ini

5. Chitosan
Dr. Ir Linawati ketua Departemen Teknologi Hasil Perairan (FPIK- IPB) menyatakan chitosan merupakan bahan pengawet organik yang diperoleh dari produk turunan dari polimer chitin yang diproduksi dari limbah udang dan rajungan kadar chitin dalam berat udang berkisar 60–70% bila diproses menjadi chitosan menghasilkan Yield 15– 20%. Chitosan mudah mengalami degradasi secara biologis dan tidak beracun. Bila digunakan pada ikan asin, berfungsi sebagai pelapis (coating), agar tidak dihinggapi lalat, dan menghambat pertumbuhan bakteri. Penggunaan chitosan dapat mengawetkan sampai 8 minggu.

6. Asap Cair (Liquid Smoke)

Dr. AH. Bambang Setiadji, Dosen Fakultas MIPA, UGM, menemukan Asap Cair ( Liquid Smoke) bisa menjadi bahan pengawet pangan yang berfungsi sebagai antimikroba dan antioksidan. Untuk industri perkebunan asap cair digunakan sebagai koagulan lateks, hal ini karena asap cair bersifat fungsional seperti anti jamur, antibakteri dan anti oksidan yang dapat memperbaiki kualitas karet. Sedangkan penggunaan pada industri kayu dapat mencegah serangan rayap. Pemanfaatan Liquid Smoke pada industri pangan cukup digunakan 25% + 75% air kemudian digunakan untuk merendam ikan dan daging selama 15 menit. Pengawetan dengan merendam ikan dan daging pada asap cair (liquid smoke) ini bisa bertahan selama 25 hari.

7. Kunyit
Dr NL ida Soeid MS, menyatakan kunyit dapat digunakan sebagai pengawet tahu, disamping berfungsi sebagai warna juga sebagai antibiotik, sekaligus mencegah agar tidak cepat asam. Selain itu untuk kesehatan berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, antiradang dan antikanker. Kunyit basah kandungan utamanya adalah kurkuminoid 3-5%. Sedangkan untuk kunyit ekstrak kandungan kurkuminoid mencapai 40–50%. Untuk penggunaan kunyit disarankan agar tidak melalui pemanasan, terkena cahaya dan lingkungan yang basah. Sebaiknya kunyit ditumbuk digiling dan diperas airnya.

8. Air Ki (Air Endapan Abu Merang)
Air Ki ini dapat digunakan sebagai pengawet mie dan dapat bertahan sampai 2 hari. Sekarang sudah banyak dijual ditoko cina atau bisa juga membuat sendiri dengan membakar merang padi kemudian ambil abunya lalu larutkan dengan air, kemudian diendapkan sampai terpisah air dan abunya.

9. Sulfur Dioksida (SO2)
Bahan pengawet ini juga banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirup dan acar. Meski bermanfaat, penambahan bahan pengawet tersebut berisiko menyebabkan perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.

10. Kalium nitrit
Kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. Bahan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Sering digunakan pada daging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah agar tampak selalu segar, semisal daging kornet.
Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1% atau 1 gram/kg bahan yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2% atau 2 gram/kg bahan. Bila lebih dari jumlah tersebut bisa menyebabkan keracunan, selain dapat mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.

11. Kalsium Propionat/Natrium Propionat
Keduanya yang termasuk dalam golongan asam propionat sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Bahan pengawet ini biasanya digunakan untuk produk roti dan tepung. Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang disarankan adalah 0,32% atau 3,2 gram/kg bahan. Sedangkan untuk makanan berbahan keju, dosis maksimumnya adalah 0,3% atau 3 gram/kg bahan.
Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.

12. Natrium Metasulfat
Sama dengan Kalsium dan Natrium Propionat, Natrium Metasulfat juga sering digunakan pada produk roti dan tepung. Bahan pengawet ini diduga bisa menyebabkan alergi pada kulit.

13. Asam Sorbat
Beberapa produk beraroma jeruk, berbahan keju, salad, buah dan produk minuman kerap ditambahkan asam sorbat. Meskipun aman dalam konsentrasi tinggi, asam ini bisa membuat perlukaan di kulit. Batas maksimum penggunaan asam sorbat (mg/l) dalam makanan berturut-turut adalah sari buah 400; sari buah pekat 2100; squash 800; sirup 800; minuman bersoda 400.

Untuk itu perlu penelitian dan pembinaan lebih lanjut. Untuk menghindari penggunaan bahan pengawet berbahaya serta meningkatkan pemanfaatan bahan pengawet alternatif yang aman bagi kesehatan maka perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut;

Pertama:

membuat daftar bahan-bahan kimia berbahaya yang dilarang untuk digunakan pada produk makanan dan minuman dilengkapi dengan nama kimia dan nama perdagangannya.agar tidak terjadi kesalahan pemakaian oleh produsen.
Kedua:

melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti; Pemeritah, Pelaku Usaha, Assioasi, Konsumen, Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) maupun Perguruan Tinggi untuk menanggulangi penggunaan bahan pengawet berbahaya dan memberikan bahan pengawet alternatif yang aman dan tidak merugikan konsumen maupun produsen.

Ketiga:

mensosialisasikan bahaya penggunaan bahan-bahan kimia terhadap konsumen dan produsen agar kedua belah pihak tahu dan mengerti tentang bahaya yang diakibatkan oleh penggunaan bahan kimia terhadap makanan dan minuman.

Leave a comment »

Leave a comment »

PENGKAJIAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU KEDELAI

PENGKAJIAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU KEDELAI


Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencanangkan program satu desa satu produk unggulan, teknologi masuk desa, dan pengusaha masuk desa (Sudirman 1996).

Dewasa ini, pedesaan umumnya masih berfungsi sebagai penyedia bahan mentah, sedangkan pengolahan dilakukan di perkotaan. Hal ini terjadi karena teknologi pengolahan hasil pertanian belum masuk desa.

Kedelai adalah salah satu komoditas pertanian yang dikembangkan di Jawa Timur. Penanganan pascapanen kedelai melalui pengolahan hasil, terutama saat produksi melimpah, harga produk rendah, atau untuk produk yang rusak atau bermutu rendah perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah. Kedelai dapat diolah menjadi berbagai produk pangan, baik melalui fermentasi seperti kecap dan tempe, maupun tanpa fermentasi seperti tahu, tauge, dan susu kedelai (Soemardi dan Thahir 1993). Oleh karena itu, perlu diupayakan adanya industri pengolahan kedelai di tingkat petani sehingga selain meningkatkan nilai tambah juga dapat menciptakan lapangan kerja. Salah satu produk olahan kedelai adalah susu kedelai (Pusat Pengembangan Teknologi Pangan 1992). Susu kedelai adalah sari kedelai yang diproses dengan

menghancurkan biji kedelai dalam air dingin atau panas. Kedelai yang digunakan adalah yang berkulit kuning.

TAHAP PENGOLAHANNYA MELIPUTI :

>>pembersihan>>perendaman>>penghancuran>>penyaringan>>pemanasan>>serta penambahan rasa dan aroma.

Perendaman dimaksudkan untuk menghilangkan zat-zat yang rasanya tidak enak atau yang menimbulkan bau langu.Perendaman dalam air yang ditambah natrium hidroksida 0,1% dapat memperbaiki rasa susu kedelai (Hermana 1993).

Sementara itu Astawan dan Astawan (1991) menyatakan bahwa penambahan natrium bikarbonat dapat mengurangi bau langu. Pengolahan susu kedelai masih jarang dilakukan sebagai industri rumah tangga karena sulit menghilangkan rasa langu. Dengan menambahkan Na3PO4 atau aroma, rasa langu dapat dikurangi.

Pengkajian bertujuan untuk memperoleh cara pengolahan susu kedelai yang efisien dan dapat diterima oleh pengrajin atau wanita tani di pedesaan dan produk bermutu baik, sehingga meningkatkan penerimaan susu kedelai oleh

konsumen, memperluas pemasaran, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani.

BAHAN DAN METODE

> Bahan yang digunakan adalah:

  • @ kedelai,
  • @ airmatang,
  • @ Na3PO4,
  • @ Ca(OH)2,
  • @ gula,
  • @ kacang tanah goreng sangrai dan
  • @ esens moka sebagai penambah aroma dan rasa.

> Peralatan yang digunakan adalah :

  • timbangan,
  • panci,
  • kompor,
  • blender,
  • kain saring,
  • corong,
  • botol kemasan,
  • penutup botol,
  • gelas ukur, dan
  • refraktometer.

Kedelai dibersihkan lalu dicuci bersih, direbus sekitar 15 menit, direndam semalam dengan air bersih, dicuci dan dikupas kulitnya, digiling atau diblender, ditambah air panas

1 : 8, dan disaring. Filtrat yang diperoleh lalu ditambah gula

dan bahan lain sesuai perlakuan, yaitu:

(1) filtrat + gula 25% + esens 0,03%; (2) filtrat + gula 25% +Na3PO4 2% +    esens 0,03%;

(3) filtrat + gula 25% + Ca(OH)2 1% + esens 0,03%;

(4) filtrat + gula 25% + Na3PO4 2% + Ca(OH)2 1% + esens 0,03%; (5) filtrat + gula 25% + bubuk kacang tanah 10%.

Fitrat disaring kembali, lalu dipanaskan sambil diaduk (tidak sampai

mendidih). Susu kedelai yang diperoleh kemudian dimasukkan dalam botol steril dan direbus 10-15 menit lalu botol ditutup. Botol berisi susu direbus lagi 15 menit lalu didinginkan. Selanjutnya susu siap disimpan atau dipasarkan.

Parameter yang diamati dan diukur adalah:

(1)   mutu bahan mentah, meliputi kadar air, protein, lemak, dan abu;

(2) mutu hasil pengolahan, meliputi kadar protein, kadar lemak, warna, aroma, uji kesukaan terhadap rasa dan penerimaan pengrajin terhadap teknologi yang dikaji; dan

(3)   biaya. Susu kedelai diuji organoleptik dengan parameter warna,tingkat kesukaan, dan penerimaan teknologi. Skor warna adalah 1-5 (skor 5 warna coklat tua dan skor 1 warna putih kecoklatan). Untuk uji kesukaan digunakan skor 1-5 (skor 5 sangat disukai dan skor 1 sangat tidak disukai), dan penerimaan teknologi dengan skor 1-5 (skor 5 sangat mudah. dilaksanakan dan skor 1 sangat sulit dilaksanakan). Panelis yang berpartisipasi sebanyak 20 orang, terdiri atas anggota kelompok wanita tani.

KESIMPULAN DAN SARAN

Susu kedelai yang ditambah bubuk kacang tanah mempunyai rasa yang disukai oleh panelis, walaupun cara pembuatannya lebih sulit dibanding tanpa penambahan apapun. Keuntungan

bersih pembuatan susu kedelai dengan penambahan bubuk kacang tanah adalah Rp11.270/kg kedelai. Agar pengolahan susu kedelai berkembang, diperlukan dukungan dari semua pihak, termasuk Dinas Perindustrian.

SUMBER ;

DAFTAR PUSTAKA

Astawan, M. dan M.W. Astawan. 1991. Teknologi Pengolahan

Pangan Nabati Tepat Guna. Akademi Presindo, Jakarta.

Hermana. 1993. Pengolahan kedelai menjadi berbagai bahan

makanan. hlm. 441-469. Dalam Kedelai. Cetakan II. Pusat

Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

Pusat Pengembangan Teknologi Pangan. 1982. Pengolahan Pangan

Dalam Kedelai. Cetakan II. Pusat Penelitian dan Pengembangan

Tanaman Pangan, Bogor.

Leave a comment »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (1) »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.